Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Badan Gizi Nasional Dr. Ir. Dadan Hindayana, menghadiri acara pengarahan untuk para peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Batch-3 di kampus Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul.
Acara ini menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter, memiliki integritas tinggi, dan siap menjadi agen perubahan di berbagai pelosok Indonesia.
SPPI: Sinergi Militer dan Pemberdayaan Rakyat
Program SPPI Batch-3 yang dimulai sejak 14 April 2025 dan akan berlangsung hingga pertengahan Juli 2025 ini melibatkan lebih dari 30 ribu peserta dari seluruh penjuru Tanah Air. Mereka menjalani pelatihan intensif yang menggabungkan pendidikan dasar militer dengan pembekalan manajerial—mempersiapkan mereka menjadi penggerak utama pembangunan, terutama di sektor gizi, pertanian, ketahanan pangan, dan pemberdayaan desa.
Dalam sambutannya, Rektor Unhan Dr. Anton Nugroho menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran Presiden Prabowo. Ia menekankan bahwa SPPI bukan hanya bagian dari program ketahanan nasional, tetapi juga upaya strategis untuk membentuk pemuda-pemudi sebagai pilar pembangunan daerah sekaligus solusi terhadap tantangan gizi dan stunting.
Prabowo: SPPI Adalah Harapan Masa Depan Indonesia
Presiden Prabowo dalam arahannya menegaskan bahwa para peserta SPPI adalah generasi penerus yang akan membawa perubahan nyata, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini kurang terjangkau oleh pembangunan. Menurutnya, mereka bukan sekadar pelajar, tapi calon pemimpin masa depan yang akan memperkuat sendi-sendi bangsa dari bawah.
“Anak-anakku, kalian ini adalah ujung tombak Indonesia ke depan. Kalian akan hadir di desa-desa, di tempat-tempat yang sulit dijangkau, dan di sanalah kalian membawa harapan baru,” tegas Prabowo dengan penuh semangat.
Ia juga menyoroti pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi prioritas nasional. Program ini disebut sebagai langkah konkret dalam mengatasi stunting dan gizi buruk, dengan sasaran utama anak-anak sekolah dan ibu hamil. Prabowo menyebut MBG sebagai investasi jangka panjang untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan Kebangsaan: Tumbuhkan Jiwa Patriotik
Menutup pengarahannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh peserta SPPI untuk selalu menjaga semangat kebangsaan, memperkuat rasa cinta Tanah Air, dan siap berkontribusi demi kemajuan negeri. Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak pemuda patriotik yang bersedia berjuang demi kemakmuran rakyat.
“Kita butuh pemuda-pemudi yang rela berkorban, yang tidak hanya bicara, tapi bergerak nyata di tengah masyarakat,” pesan Prabowo di hadapan ribuan peserta.
Dengan semangat yang menggelora dan dukungan penuh dari pemerintah, SPPI Batch-3 diharapkan menjadi katalisator perubahan di akar rumput—mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, sehat, dan sejahtera.