Shenzhen, 26 Maret 2025 – BYD, produsen mobil listrik asal China, berhasil menggeser dominasi Tesla dengan meraup pendapatan US107miliar(Rp1.774triliun)∗∗sepanjang2024.Angkaini∗∗lebihtinggi∗∗dibandingkanTeslayang”hanya”meraih∗∗US97,7 miliar.
Prestasi BYD di 2024: Pertumbuhan 29% & Rekor Baru
- Penjualan hybrid & listrik meledak, pendapatan naik 29% dari 2023.
- Peluncuran 10 juta kendaraan energi baru – rekor dunia!
- Saham BYD melonjak 46%, sementara Tesla anjlok 31%.
“BYD sekarang pemimpin industri, dari baterai hingga kendaraan listrik. Kami ubah lanskap pasar global!” tegas Wang Chuanfu, Chairman BYD.
Rahasia Sukses BYD: Teknologi & Harga Kompetitif
- Super e-Platform: Teknologi baterai baru isi daya 5 menit untuk 400 km – setara isi bensin!
- Harga lebih terjangkau dibanding Tesla.
- Ekspansi agresif ke pasar global, termasuk Eropa & Asia Tenggara.
Tesla Terpuruk: Boikot & Anjloknya Saham
Sementara BYD meroket, Tesla menghadapi masalah:
- Aksi boikot “Tesla Takedowns” di berbagai negara.
- Saham jatuh 31% sepanjang 2024.
- Persaingan ketat dengan produsen China lainnya.
Masa Depan Mobil Listrik: Dominasi China?
Analis memprediksi China akan memimpin pasar EV global, berkat:
✔ Inovasi cepat (seperti baterai BYD).
✔ Dukungan pemerintah.
✔ Harga lebih murah dibanding merek AS/Eropa.
Bagaimana dengan Indonesia?
BYD sudah masuk Indonesia dengan model Atto 3 & Dolphin. Akankah mereka bisa menggeser Tesla di sini? Simak perkembangannya!